10 aja ya kalo kebanyakan takut mager
%. 10 aja ya, kalo kebanyakan takut mager.
drop your and choose max 2 Ø Youtsubaa
📝 drop your @ and choose max 2.

👤 Ø. @Youtsubaa sumin + seeun

👤 @akaashri seeun sieun

👤 @AngeIeCarre Yoon, J.

👤 @Naekahara sumin seeun

👤 @initsumu Isa as Pacar, Seeun

👤 @Hayakahwa Sumin + J

👤 %. @SeoHaebomie sumin, sieun. thaank you! ♡_____♡

👤 @yourmikasae, sumin + isa as tetangga

👤 きず. @Kiyouwko semua ya bokuu, thank you!♡

👤 @Teanaka Sumin

👥 10 people have voted so far.
📖 Anonymous Board

🚫 This poll is closed...
@Fukurodanei Телеграм
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𝐍𝐈𝐒𝐇𝐈𝐌𝐈𝐘𝐀 𝐌𝐎𝐌𝐎 ㅤㅤㅤ ㅤ 𝐀𝐂𝐄 𝐉𝐄𝐑𝐒𝐄𝐘𝟎𝟒
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𝐍𝐈𝐒𝐇𝐈𝐌𝐈𝐘𝐀 𝐌𝐎𝐌𝐎
ㅤㅤㅤ ㅤ ( #𝐀𝐂𝐄 × #𝐉𝐄𝐑𝐒𝐄𝐘𝟎𝟒 )
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
DECEASED first night
# DECEASED . first night
@Fukurodanei Телеграм
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 𝐂𝐀𝐏𝐓𝐀𝐈𝐍 TW Mentions Of Death Jadi menurutmu
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ( #𝐂𝐀𝐏𝐓𝐀𝐈𝐍 )

TW // Mentions Of Death

“Jadi menurutmu dia punya kepribadian ganda?” tanya seseorang dari luar ruangan yang menjadi tempat inap Bokuto selama di rumah sakit. “Ya, kemungkinan besar seperti itu,” jawab salah satu orang yang mungkin salah satu dokter di rumah sakit itu.

Kepribadian ganda? Maksudnya? Bokuto pernah mendengar penyakit itu– eh, seperti gangguan mental bukan? Tidak ... ia tidak mungkin mempunyai penyakit itu. Pasti dokter tersebut salah. Siapapun yang berkata dia memiliki kepribadian ganda pasti salah. Ia baik-baik saja, kok, dan soal tadi siang ... itu, itu hanya mimpi buruk. Mending dia tertidur saja.

Esok pagi.

Terdengar suara tangis dan siren ambulans– ah, tentu saja itu tidak berasal dari dalam ruang inap Bokuto. Itu hanya suara TV yang terdengar di dalam ruangan sunyi itu. Bokuto menangis dalam diam, dia merasa bersalah.

"Seorang perempuan berinisial NM telah ditemukan tidak sadar diri dalam kamarnya. Korban ditemukan dalam keadaan yang cukup parah–" Ia mematikan TV itu.

Siapa yang tega membunuh temannya? Temannya itu, Nishimiya Momo, tidak salah apa-apa. Teman-temannya terburu-buru pergi ke TKP. Bokuto yang harus dirawat merasa tidak berguna, dia bahkan tidak bisa melihat salah satu temannya yang baru saja di bunuh tadi malam.

“Akaashi, kau jaga Bokuto untuk sementara, ya.” Bokuto menoleh ke arah pintu dan melihat salah satu temannya berbicara dengan adik kelasnya. Akaashi? Nama itu familiar, eh, itu kan adik kelas yang menjadi setter di klub voli, pikirnya.

"Iya Kak ... lagian aku yang nawarin bantuan." temannya yang bernama Ishikawa Toru tersenyum singkat lalu menepuk pelan pundak adik kelasnya itu. Akaashi mengangguk lalu masuk kedalam ruangan yang ditempati Bokuto.

Hening. Mereka saling menatap. "Ah, aku Akaashi Keiji. Kakak pasti Kak Bokuto, kan? Aku di sini mau ngejaga kakak sebentar sampai Kak Toru balik." Ia menatap Bokuto dari atas sampai bawah lalu menyodorkan tangannya, mengajak bersalaman. "Ya, aku dengar pembicaraan kalian tadi didekat pintuu ...." Bokuto membalas sodoran tangan Akaashi lalu berjabat dengannya. Lalu menunjukkan cengiran bodohnya.

Kotak makan yang berada di tangan adik kelasnya itu menarik perhatiannya, ia berasumsi kalau itu untuknya. Tapi, ia tidak ingin begitu percaya diri– “Ini buat kakak, aku masak dikit dari rumah, semoga kakak suka." Woah, apa dia bisa membaca pikiranku? Pikir Bokuto. Bokuto tersenyum lalu menerima dengan senang hati kotak makan yang diberikan kepadanya.

“Ga usah repot-repot padahal, Kaashi.” Ya, sebenernya Bokuto tidak peduli, yang penting perutnya terisi dengan makanan yang enak. Makanan rumah sakit rasanya hambar. “Tenang aja Kak, gak apa-apa.” Akaashi duduk di kursi yang ditempatkan di sebelah Bokuto. Ia mulai bosan, Bokuto sedang enak makan jadi tidak mungkin juga dia mengajak kakak kelasnya itu berbicara. Akhirnya dia mengambil remot lalu menyalakan TV.

Berita ini .... “Matikan.” Akaashi menoleh ke arah kakak kelasnya, sedikit memiringkan kepalanya ke samping. “Matikan televisinya.” Akaashi tidak mengerti maksud kakak kelasnya sampai ia akhirnya mengerti.

“Salah satu dari kami baru saja ditemukan tewas malam ini dan aku yakin, Bokuto merasa bersalah karena tidak bisa melihat temannya itu ...."

Ah, ini yang dimaksud Kak Toru, pikirnya.

“Kak? Kakak ga harus ngerasa bersalah atas kematian Kak Nishimiya ....” Bokuto menoleh ke Akaashi, sekarang gilirannya memiringkan kepala ke samping dan memasang muka bertanya. “Karena kakak memang tidak salah sama sekali, itu semua bukan salah Kakak.” Akaashi menepuk pundak kakak kelasnya dengan pelan lalu tersenyum teduh.

Ya, memang bukan salahnya. Bokuto tidak melakukan apapun untuk disebut bersalah menurut Akaashi. Tapi, yang sebenarnya salah di sini ... adalah dia.
@Fukurodanei Телеграм
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ 𝐀𝐊𝐀𝐀𝐒𝐇𝐈 𝐊𝐄𝐈𝐉𝐈 ㅤㅤㅤ ㅤ 𝐀𝐂𝐄
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ 𝐀𝐊𝐀𝐀𝐒𝐇𝐈 𝐊𝐄𝐈𝐉𝐈
ㅤㅤㅤ ㅤ ( #𝐀𝐂𝐄 × #𝐉𝐄𝐑𝐒𝐄𝐘𝟎𝟒 )
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

3649838

Каналов

185560138

Сообщений